Monday, May 26, 2014

My Dream in England #2

Minggu, 18 Mei. 
Pagi ini Altan akan kembali ke Inggris untuk melanjutkan perkuliahannya disana. Setibanya di Bandara, Henna memanggilnya yang sedang bersama kedua orang tuanya.
        “Altaaaan!!!!”Henna mendekati Altan.
                                  *menoleh ke belakang*

        “Hennaaaa!”

“Ini pertemuan terakhir kita ya Tan....” ucap Henna memberikan wajah cemberut.
        
       "Iya Hen, Maafin aku ya. Aku harus ninggalin kamu lagi. Tapikan ini demi sekolah kita Hen. Kamu ingatkan, janji kita waktu itu. Kita harus selesain sekolah kita dulu, baru kita bisa pergi kemana aja berdua.”

        “Iya sih Tan. Tapi aku.........”

     “Ssst diam. *memberikan tangan kepada Henna* Aku tau pasti kamu pengen bilang kamu pengen ikut, ini aku punya sesuatu untuk kamu yang ngebet banget pergi ke Inggris.” Ucap Altan mengambil beberapa lembar kertas dan menggandeng tangan Henna mendekati arah ruang masuk.

        Henna dan Altan berhenti berjalan. Lalu Altan memberikan sebuah print-an lomba blog yang diadakan dari snack Mister Potato lengkap dengan persyaratannya hanya untuk Henna. Ia tahu Henna sangat suka browsing lomba ataupun kuis yang berhubungan dengan menulis, makanya ia memberikan lomba itu kepada Henna. Hadiah yang diberikan lomba tersebut pun sangat menarik yaitu pergi ke Inggris sesuai dengan kemauan Henna saat ini.
        “Kamu ngeprint ini cuman buat aku? Kasih tau aku tentang lomba ini Tan? Kamu emang baik banget ya. Tapi kamu tau kan Tan, selama ini aku sering ikutan kuis ataupun lomba kaya gini. Hasilnya? nihil Tan.” Henna lemes.

        “Hen, disetiap usaha itu selalu ada hikmahnya sendiri. Jadi kamu jangan nyerah. Walaupun kamu udah ikutan banyak kuis, kamu harus yakin dari salah satu kuis itu kamu pasti bisa menang. Ingat kalau kamu pergi ke Inggris, kan bisa ketemu aku, berduaan sama aku. Orang tua kamu juga pasti bangga Hen. Jadi kamu harus ikutan lomba ini ya. Udah ya, aku harus check in, kamu sih kelamaan datangnya. Dadaaah.” Ucap Altan melambaikan tangan kepada Henna, juga kepada orang tuanya yang sedang asik ngobrol dengan orang tua Altan. Altan pun segera masuk untuk check in.

        Henna dan Altan masih lirik-lirikkan berharap ada keajaiban supaya Altan tidak jadi pergi. Tapi keajaiban itu pun tak kunjung datang. Beberapa hari kemudian Henna melirik kembali kertas yang diberikan Altan, dengan cepat ia mengikuti persyaratan yang ada dikertas. Ia menyelesaikan lomba tersebut dalam satu hari.

                        *beberapa minggu kemudian*

        *handphone berbunyi*

        “Hallo Henna...” ucap seseorang dari telephone.

       “Hallo. Ini si.......Altan ya? Hah, akhirnya kamu nelpon aku juga. Aku kira kamu udah ngelupain aku.” Ucap Henna mendesah.

        “Haha tau aja. Iyaa mana bisa aku ngelupain kamu Hen.. Gimana kabar kamu?”

        “Aku baik kok Tan. Kalau kamu disana gimana? Lagi ngapain sekarang?”

     “Aku baik kok. Ini baru keluar dari kampus. Oiya, gimana kamu udah ikutan lomba blog yang waktu itu aku kasih ke kamu?”

        “Udah dongg. Kalau kamu nggak nyemangatin aku waktu itu, aku nggak mau ngerjain itu.”

        “Bagus, bagus. Emang alasan kamu pengen ke Inggris apa sih Hen? Kok kamu ngebet banget pengen kesini. Padahal disini biasa-biasa aja......karena ada nggak ada kamu sih. Hahaha.”

       “Ah, mulai deh gombalnya...haha. Alasanku pengen ke Inggris, mau ketemu kamu, mau berdua sama kamu keliling Inggris. Mau ngeliat museum The Beatles dan foto di Abbey road crossing yang ada di foto-foto mereka, itu pasti keren banget Tan. Terus aku mau naik kapal berdua sama kamu kayak titanic melewati tower bridge, aslay pasti keren tuh Tan. Abis itu jam Big Ben dong pastinya.” Ucap Henna sangat antusias.

        “Udah segitu aja Hen? Ah, kalau alasan kamu kayak gitu doang, nggak usah ngarep ke Inggris. Hahaha.” Ucap Altan meledak Henna.

        “Enak aja, itu belum selesai ngomong. Terus kalau bisa aku ketemu sama One Direction Tan, masa kamu doang yang udah ngeliat mereka, aku belum. Aku harus bisa selfie sama mereka dan sama patung-patung yang ada di Madame Tussauds, kalau perlu sama Obama juga terus masukin instagram deh. Hahaha. Oiya, yang jelas aku pengen banget ke London Eye, pasti pemandangan dari atas itu keren banget Tan. Rasanya aku ingin mampir ke tempat syuting Harry Potter, ke Hogwarts pastinya, ketemu Daniel, Emma dan temannya dan nggak lupa aku akan selfie juga sama mereka. Oiya, aku juga mau megang hidungnya voldemort tuh yang pesek kayak kamu. Hahaha. Aduh gara-gara kamu, aku jadi kepengen berat kesanakan. Huhhh.”

        “Aku disini cuman bisa bilang Amin. Haha, lagian kamu ada-ada aja pake acara selfie. Oiya, emang kamu nggak mau ke stadion bola yang ada disini Hen? Seru loh, apalagi Old Trafford. Untung udah pernah....”

        “Iuwh, sombong. Iya aku mau ke Stadion MU, Old Trafford dan Chelsea, kalo aku kesana aku bakal teriak sama kayang disitu. Janji Tan. Ya walaupun nggak terlalu suka bola. Pastinya foto itu bakal aku pajang diblog aku dan kalau aku udah pulang dari Inggris, aku bakal posting blog 7 hari 7 malam Tan tentang perjalananku itu, kalau bisa foto-fotonya aku ikutin untuk kuis fotografi nanti Tan... terus aku bikin iri kamu deh karena aku udah pernah ngunjungin stadion-stadion yang terkenal di Inggris.” ucap Henna kembali meledek Altan.

         “Hahaha. Udah, udah ah. Sampe kayang segala, emang bisa kayang? Haha. Olahraga aja nggak pernah, sok-an mau kayang. Aku dari tadi ngomong sedikit, kamu ngomong terus nggak kelar-kelar.”
  
      “Abis kamu pake acara nanya alasan ku pengen ke Inggris. Yang pastinya kalau aku berhasil pergi ke Inggris dari lomba itu, aku bakal ngebrowsing tentang Inggris sedalem-dalemnya, kayak cintaku sama kamu...hahaha. Untung aja sih, kamu nggak nanya alasan aku mencintai kamu itu apa....Asik asik. Hahaha.” ucap Henna tertawa.

      “Yastaga, balik gombal nih ceritanya? kamu boleh mikirin semua tentang inggris, tapi jangan lupa pelajaran kamu tuh kamu harus benerin apalagi bahasa inggris. Masa mau ke inggris tapi nggak bisa ngomong bahasa inggris.” Ucap Altan meledek dan tertawa.

       “Aku bisa kok bahasa inggris, cuman belum lancar aja kayak kamu. Oiya aku juga pengen Tan, negara Inggris menjadi negara nomor satu yang pernah ku kunjungin walaupun aku sendiri nggak terlalu suka sama bahasa inggris. Biar jadi motivasi gitu Tan buat belajar bahasa inggris abis pulang dari sana, yekan?”

       “Bisa, bisa. Asalkan serius aja belajar bahasa inggrisnya disini, pas pulang juga udah lancar. Yegak? Haha. Jangan lupa kalau nanti kamu dapat pemberitahuan pergi kesini, telfon aku ya. Udah dulu ya. Byeee i love you Henna Shenafika.” ucap Altan.

       “Oke-oke. Bye. Love u too Altan Denaka.” ucap Henna dengan suara mengecil.

No comments:

Post a Comment